lambaian hijrah (puisi)

LAMBAIAN HIJRAH
Aladib Afzan

Dari jauh,
dia melambai ke arahku.

Tahun yang berlalu,
mengucapkan ma’as salamah;
tahun yang mendatang,
medakapku,
lantas mengucapkan ahlan wasahlan.

Biarkan tahun yang berlalu,
menjadi dedaunan yang gugur;
nantikan tahun yang mendatang,
menjadi bunga yang bakal merimbunkan buah;
mungkin enak dirasa,
mungkin pahit ditelan.

Tahun yang mendatang,
genggamlah tanganku ini,
agar tidak ketinggalan berterusan di belakang mu.

7.08 a.m
bumi padi.
malaysia

Advertisements

Leave a comment

Filed under penulisan sastera, puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s